KONSTITUEN FEDERASI
Serikat Pekerja Pertamina-Unit Pemasaran I (SPP-UPms I Medan)
Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia UPms I Tanjung Uban (SPPSI UPms I Tanjung Uban)
Serikat Pekerja Kilang Minyak Putri Tujuh (SP KMPT) RU II Dumai
Serikat Pekerja Pertamina Pemasaran & Niaga (SP3N) Sumbagsel
Serikat Pekerja Pertamina (SPP) RU III Plaju
Serikat Pekerja Pertamina Seluruh Indonesia (SPPSI) Jakarta
Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran III (SPP-UPms III) Jakarta
Serikat Pekerja Forum Komunikasi Pekerja & Pelaut Aktif (SP FKPPA) Jakarta
Serikat Pekerja PERSADA IV Jateng & DIY
Serikat Pekerja Pertamina Balongan Bersatu (SP PBB)RU VI Balongan
Serikat Pekerja Pertamina Patra Wijaya Kusuma (SPP PWK) RU IV Cilacap
Serikat Pekerja Pertamina Sepuluh November (SPPSN) MOR V Surabaya
Serikat Pekerja Mathilda Balikpapan
Serikat Pekerja Pertamina Celebes UPms VII Makassar
Serikat Pekerja Pertamina Kawasan Timur Indonesia (SPP KTI) RU VII Kasim
Serikat Pekerja Mutiara Jayapura
Serikat Pekerja Pertamina Geothermal Energy Jakarta (SP PGE Jakarta)
Serikat Pekerja Pertamina EP Jakarta (SP PEP Jakarta)
Serikat Pekerja Pertagas
Serikat Pekerja PT Pertamina Drilling Serivces Indonesia
Serikat Pekerja PT Pertamina Lubricants
Serikat Pekerja Trans Pacific Petrochemical
Serikat Pekerja PT Nusantara Regas (SPNR)
Serikat Pekerja Pertamina Hulu Rokan
Serikat Pekerja Pertamina Patra Niaga (SPPN)

Holding Subholding dan IPO Anak Usaha Pertamina Dinilai Hanya Akal-akalan

Jakarta, Aktual.com – Pengamat perminyakan, Kurtubi menilai negara dan rakyat akan dirugikan akibat langkah penjualan saham lewat IPO atau privatisasi terhadap Anak Perusahaan PT Pertamina dari sistem Unbundling. Hal ini berakibat terhapusnya struktur perusahaan Natural Monopoly oleh perusahaan milik Negara yang terintegrasi secara vertikal, yakni hulu ke hilir dengan berskala besar.

“Bentuk dan struktur perusahaan Natural Monopoly merupakan bentuk tata kelola yang paling effisien atas Sumber Daya Alam (SDA) milik negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” katanya dalam webinar yang bertajuk ‘Kaji Ulang Holding Subholding dan IPO Anak Usaha Inti PT Pertamina (Persero)’, Jakarta, Sabtu (31/7).

Menurut Kurtubi, ada celah dalam Undang-undang Nomor 19 tahun 2003 yang melarang BUMN untuk menjual sahamya lewat IPO atau Privatisasi. Namun, UU ini membolehkan privatisasi atas anak perusahaan persero.

Sehingga celah tersebut dimanfaatkan untuk menjual saham Subholding Pertamina dengan mengubah organisasi bisnis. Salah satunya, mengubah status organisasi yang menangani bisnis inti hulu-hilir dari PT Pertamina (Persero) menjadi ditangani oleh Subholding.

“Ini merupakan akal-akalan. Padahal langkah ini substansinya melanggar UU BUMN dan melanggar Pasal 33 ayat 3 UUD. Sub Holding Pertamina yang 100 persen mengambilalih objek bisnis inti Pertamina dari hulu sampai hilir yang semestinya sahamnya harus tetap dikuasai negara sesuai amanah Konstitusi. Pasal 33 UUD 45 ayat 3 tidak melihat status Perusahaan Negara apakah Induk, Anak atau Cucu Perusahaan,” tegasnya.

Sumber : https://aktual.com/holding-subholding-dan-ipo-anak-usaha-pertamina-dinilai-hanya-akal-akalan/
01-Aug-2021 00:00:00
Dikirim Oleh : Adminsitrator
SUARA AKTIVIS
10-Apr-2021 11:53:34
Selamat menjalankan amanah Sebagai Presiden FSPPB yang baru ya Bang ...
Readmore
-
06-Jul-2015 07:43:57

BlOK MAHAKAM

Meski sudah 100% di katakan ...
Readmore

-
30-Nov-1999 00:00:00

Sebagai Insan Pertamina yang bekerja di ...
Readmore

-
02-Jul-2015 08:15:22

Ditugaskan di Pertamina mau tidak mau, ...
Readmore

-
30-Jun-2015 06:51:10
FSPPB sebagai wadah bersatuanya Serikat Pekerja-Serikat Pekerja ...
Readmore
-
29-Jun-2015 08:58:46

Blok Mahakam adalah kepunyaan Bangsa Indonesia.

Untuk ...
Readmore

-
Noviandri
30-Nov-1999 00:00:00
Halo Aktivis
Assalamualaikum warohmatullohi wabarokatuh
Salam sejahtera bagi kita ...
Readmore
-
26-Jun-2015 09:07:33
Melihat bahwa kemandirian Serikat Pekerja adalah syarat mutlak dalam membangun ...
Readmore
-
26-Jun-2015 09:09:43
Menjadi aktivis Serikat Pekerja merupakan suatu pilihan. Ketika sudah menceburkan ...
Readmore
-
< >

Selamat Datang

website ini telah dikunjungi

15974

kali