Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB)

 
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Tentang KSPMI

Email Cetak PDF

Konfederasi Serikat Pekerja Minyak & Gas Bumi Indonesia yang disingkat KSPMI adalah induk organisasi tiga federasi serikat pekerja migas Indonesia, yaitu: Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), Federasi Serikat Pekerja Migas Kawasan Barat Indonesia (FSPMKBI) dan Federasi Serikat Pekerja Migas Kawasan Barat Indonesia (FSPMKTI).

Konfederasi yang beranggotakan seluruh serikat pekerja dilingkungan minyak dan gas seluruh Indonesia ini dideklarasikan pada hari Jum’at tanggal 13 Maret 2009 di Gedung Pertamina UPms III Jl. Kramat Raya no. 59 Jakarta Pusat, pukul 10.25 WIB. Kelahiran KSPMI disamping bertujuan untuk memayungi kepentingan pekerja juga didorong oleh adanya keinginan dari para pekerja Migas Indonesia untuk dapat memberikan kontribusi lebih besar dalam memajukan industri migas nasional.

Pasca deklarasi lahirnya FKSPMI, acara dilanjutkan dengan Musyawarah Nasional (Munas) I KSP MIGAS Indonesia. Agenda Munas kali ini adalah pengesahan AD/ART dan pemilihan Presiden dan Wakil Presiden KSP MIGAS Indonesia untuk masa periode 2009-2012. Dalam kesempatan tersebut secara mufakat terpilih sebagai Presiden KSP MIGAS Indonesia periode 2009-2012 adalah Faisal Yusra (Pertamina) dan sebagai wakilnya adalah Fauzan Muttaqin (Total EP Indonesie) sedangkan Sekjen KSPMI adalah Slamet Mulyadi.

Keesokan harinya Sabtu, 14 Maret 2009 bertempat di Ballroom Hotel NIKKO Jl. MH Thamrin 59. Jakarta, dilaksanakan inaugurasi KSP MIGAS Indonesia yang dihadiri oleh beberapa perwakilan dari BP Migas, kementrian Tenaga Kerja, ICW, LBH serta perwakilan dari serikat pekerja migas Indonesia. Pada kesempatan tersebut Presiden KSP Migas Indonesia Ir. Faisal Yusra, SH, MM, berkesempatan menyampaikan visi dan misi KSP Migas Indonesia serta beberapa agenda penting yang harus segera ditindaklanjuti yaitu sbb,:

  1. Akan mengkaji dan mengevaluasi beberapa peraturan perundang-undangan yang dipandang dapat menghancurkan kedaulatan penguasaan energi bagi bangsa, peraturan yang menghambat bisnis proses perusahaan migas termasuk perda-perda kontraproduktif di beberapa Provinsi dan Kabupaten/kota
  2. Mencermati potensi PHK di sektor migas terkait dengan krisis yang melanda sebagian besar negara di dunia.
  3. Melakukan penelitian secara komprehensif seberapa jauh faktor ketenagakerjaan di sektor migas Indonesia menjadi penghambat investasi di Indonesia disamping faktor perijinan, kepastian hukum, pungli dan fasilitas infrastruktur.
  4. Pekerja migas tidak meminta bentuk keistimewaan apapun. Akan tetapi apabila sudah diputuskan telah menjadi privilege oleh negara, sudah seharusnya dijalankan secara konsisten. Seperti Permenaker tentang pembatasan TKA dibidang pekerjaan tertentu karena sudah mampu dikendalikan oleh pekerja Indonesia
  5. Kesenjangan kompensasi dan benefit antara ekspatriat dan lokal untuk kemampuan kompetensi yang sama. Adalah sangat naif, bila gaji ekspatriat sama dengan 50% dari seluruh pekerja lokal sebagaimana yang dilansir BPMIGAS beberapa waktu lalu.
  6. Meminta lembaga terkait untuk melakukan investigasi dan tindakan represif terhadap cara-cara penggunaan TKA di sektor migas dengan cara menyiasati peraturan.
  7. KSP Migas Indonesia akan berupaya mengingatkan bahwa peningkatan kompetensi tenaga kerja adalah merupakan tugas dan tanggungjawab perusahaan.
  8. KSP Migas Indonesia akan mendorong seluruh organisasi Pekerja anggota Konfederasi untuk menjadi salah satu komponen di Perusahaan yang terlibat dalam penyusunan rencana bisnis tidak hanya terkait dengan hubungan industrial tetapi dalam arti luas dalam kerangka mempertahankan dan meningkatkan kinerja bisnis perusahaan termasuk implementasi GCG
  9. KSP Migas Indonesia akan mengajukan diri untuk terlibat aktif di forum tripartit nasional sesuai peraturan peundang-undangan sehingga pemikiran-pemikiran yang berkembang di organisasi dapat mewarnai keputusan-keputusan publik dengan berasaskan prinsip “terbaik bagi pekerja, terbaik bagi perusahaan dan terbaik bagi negara”

Setelah pidato pemaparan visi KSP Migas oleh Presiden terpilih, acara dilanjutkan dengan tanggapan atas hadirnya KSP MIgas Indonesia oleh beberapa tokoh undangan, diantaranya adalah Bp. Gerhald dari BPMIGAS juga menyampaikan harapan-harapan yang sejalan dengan visi KSP Migas Indonesia. Beliau juga mengungkapkan optimisme atas hadirnya KSP Migas akan dapat membantu salah satu tugas BPMIGAS. Selain itu perwakilan dari kementrian Tenaga Kerja juga memaparkan beberapa hal terkait dengan maslah hubungan industrial serta lembaga tripartit nasional.

Pemutakhiran Terakhir ( Selasa, 02 Maret 2010 12:45 )  
Facebook MySpace Twitter Digg Google Bookmarks RSS Feed 

Newsflash

Sebanyak kurang lebih 170 orang pekerja Pertamina seluruh Indonesia yang bernaung dibawah FSPPB pada hari Kamis 14 Januari 2010 berduyun-duyun mendatangi gedung Kementrian BUMN untuk menyampaikan  masukan pekerja sehubungan dengan ramainya pemberitaan terkait rencana Pergantian Direksi Pertamina.