Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu yang disingkat FSPPB merupakan organisasi serikat pekerja terbesar di PT Pertamina (Persero) dengan jumlah anggota sebanyak 19.000 pekerja yang tergabung dalam 17 Serikat Pekerja Pertamina yang tersebar diseluruh sentra produksi Pertamina di Indonesia.
Kelahiran FSPPB tidak terlepas dari terbentuknya beberapa serikat pekerja di Pertamina yang lahir karena adanya perubahan status Pertamina dari Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara sebagaimana diatur dalam UU No.8 tahun 1971 menjadi Perusahaan Perseroan (PERSERO) sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No.31 tahun 2003. Mengingat organisasi serikat pekerja yang ada bersifat kewilayahan yang dibentuk berdasarkan wilayah dimana unit operasi berada maka pada Munas Serikat Pekerja Pertamina I di Jakarta disepakati untuk membentuk Panitia Pembentukan Organisasi Pekerja Pertamina Bersatu (PPO-PPB).
Selanjutnya pada Munas yang ke II pada tanggal 07-08 Pebruari 2003 di Balikpapan rencana tersebut dimatangkan dimana seluruh serikat pekerja yang hadir pada saat itu sepakat untuk membentuk induk organisasi yang diberi nama Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) yang mewadahi seluruh serikat pekerja Pertamina seluruh Indonesia. Pada Munas yang dihadiri oleh Direktur Utama Pertamina saat itu Ir. Baihaki Hakim, terpilih Ketua Umum FSPPB Pertama Ir.Wahyudi Suhartono dengan Sekjen Ir. Faisal Yusra,SH.MM.
Pada tahun 2004, Ir.Wahyudi Suhartono mendapatkan kepercayaan untuk menduduki jabatan Presiden Direktur PT. Badak NGL. Bontang, sehingga untuk menghindari terjadinya konflik kepentingan maka diselenggarakan Munaslub FSPPB di Jakarta dimana saat itu terpilih drg.Ugan Gandar sebagai Ketua Umum FSPPB berikutnya sampai sekarang. Seiring dengan perkembangan dinamika organisasi FSPPB maka pada Munaslub FSPPB tanggal 28 Juli 2007 di Semarang dilakukan perubahan sebutan jabatan dari Ketua Umum FSPPB menjadi Presiden FSPPB. Adapun Sekjen FSPPB saat ini adalah Ir. Eko Wahyu Laksmono.
Agar FSPPB dapat turut serta dalam memberikan sumbangan pemikiran dibidang kebijakan migas nasional, maka pada tanggal 13 Maret 2009 bersama-sama dua Federasi SP Migas Kawasan Barat Indonesia dan Federasi SP Migas kawasan Timur Indonesia sepakat untuk bergabung dalam wadah Konfederasi Serikat Pekerja Migas Indonesia.



Tentang Kami


