Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB)

 
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Seputar Ketenagakerjaan
Berita Seputar Ketenagakerjaan

Ratusan Buruh Migas Tuntut Janji Pengusaha

Email Cetak PDF

06 May 2010

 

INDRAMAYU,  Pikiran Rakyat

Ratusan buruh sektor minyak dan gas (migas) di Kabupaten Indramayu yang tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), menggelar demo di Gedung DPRD Indramayu, Rabu (5/5)- Mereka mendesak pelaku usaha migas, termasuk Pertamina, agar merealisasi pembayaran upah Rp 1,2 juta per bulan sesuai dengan kesepakatan dan SK Bupati.

Desakan melalui unjuk rasa itu dilakukan karena pelaku usaha migas di Indramayu tidak menepati janji. Menyangkut besaran upah yang telah disepakati dalam satu pertemuan rripatrit dan dituangkan dengan SK bupati, perusahaan migas, seperti Pertamina RU VI Balongan, Pertamina UPMS, dan Pertamina EP Region Jawa, tak kunjung bersedia merealisasikannya."Kami datang ke sini untuk meminta para anggota dewan peduli terhadap nasib kami, para buruh migas. Dewan harus ikut mendesak perusahaan migas untuk membayar upah sesuai yang disepakati dan dituangkan dalam SK bupati," kata Khamid Is-takhori, Sekretaris Jenderal DPP KASBI yang terlibat dalam unjuk rasa itu saat ditemui "PR".

Menurut Khamid, para pelaku usaha sektor migas, termasuk Pertamina RU VI Balongan, Pertamina UPMS dan Pertamina EP Region Jawa danperusahaan kontraktornya di Indramayu, tidak peduli terhadap nasib para buruh."Tidak ada buruh yang dijadikan sebagai tenaga organik, tetapi direkrut sebagai tenaga outsorcing dan buruh lepas dengan upah minim, kendati harus menanggung risiko bahaya cukup tinggi karena berada di area yang rawan terjadi kebakaran dan kecelakaan kerja," tuturnya.

Diakui, kendati Gubernur Jawa Barat telah membuat ketetapan pengupahan buruh sektor migas Rp 1.285.000 per bulan sebagaimana tertuang dalam SK No 56l/Kep./665/-Bangsos/2010 di Kabupaten Indramayu, SK tersebut tidak ditaati. Perusahaan sektor migas tetap membayar upah dengan sangat minim, sekitar Rp 950.000 per bulan.Akibat rendahnya pengupahan, para buruh kini gelisah. Berkali-kali buruh sektor migas menggelar demo untuk mendesak kenaikan upah sampai akhirnya terjadi pertemuan antara pengusaha dan buruh di Pendopo Pemkab Indramayu pada 29 Maret 2010 lalu dengan fasilitator Bupati H. Irianto M.S. Syafiuddin.Melalui pertemuan itu, ungkap Khamid, dari aspirasi para pekerja yang menghendaki upah Rp 1,5 juta per bulan. Melalui negosiasi akhirnya disepakati besarannya menjadi Rp 1,2 juta per bulan.(by*)

 

 

Sejarah Pergerakan Buruh Indonesia

Email Cetak PDF
Pergerakan buruh di Indonesia penuh dengan liku-liku sejarah yang panjang dan melelahkan. Beberapa tonggak sejarah besar dan berpengaruh terangkum dalam tulisan ini. Namun, masa panjang perjuangan pergerakan buruh Indonesia belum berakhir...

1878
Muncul serikat buruh guru Bahasa Belanda yang dipengaruhi oleh pergerakan sosial demokrat di Belanda. Pada masa itu serikat buruh tampil sebagai organisasi golongan yang hanya menampung kulit putih.

Baca selengkapnya...
 
  • «
  •  Mulai 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Halaman 1 dari 2
Facebook MySpace Twitter Digg Google Bookmarks RSS Feed 

Newsflash

Pada tanggal 20 - 21 Pebruari 2010 telah berlangsung Musyawarah Anggota Serikat Pekerja Pertamina Persada Semarang. Acara yang berlangsung di Kaliurang Yogyakarta tersebut berhasil memilih Ketua Umum SP.Persada yang baru yaitu Feri Ananda menggantikan Ketua Umum yang lama yaitu Sumpeno yang telah habis masa jabatannya. Hadir pada kesempatan tersebut Presiden FSPPB Ugan Gandar beserta pengurus Serikat Pekerja anggota FSPPB.