Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB)

 
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Seputar FSPPB
Berita Seputar FSPPB

PT Pertamina Tandatangani PKB

Email Cetak PDF

Korporasi | Sat, Aug 14, 2010 at 15:46 | Cilacap, matanews.com

Karen Agustiawan(*jo/filKaren Agustiawane)

Penandatanganan perjanjian kerja bersama (PKB) antara manajemen dan karyawan PT Pertamina (Persero) periode tahun 2010-2012 dilakukan di di Kompleks Refenery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, Sabtu.

Penandatangan PKB ketiga itu dilakukan antara Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan dan Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Ugan Gandar, dengan disaksikan langsung Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar.

Hadir pula Wakil Bupati Cilacap Tatto Suwarto Pamuji, Anggota Komisi VII DPR Agus Sulistyono, Direktur Sumber Daya Manusia Pertamina Rukmi Hadihartini, Direktur Pengolahan Pertamina Edi Setianto, Komisaris Utama Pertamina Sugiharto, aktivis Dita Indah Sari, dan perwakilan 17 serikat pekerja Pertamina di seluruh Indonesia.

Muhaimin mengatakan, hubungan industrial antara manejemen dan karyawan di Pertamina bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain. Menurut dia, hubungan industrial yang harmonis akan meningkatkan kinerja dan produktifvtas perusahan dan selanjutnya meningkatkan produktivitas negara.

Ia meminta, jika terdapat perbedaan penafsiran isi PKB agar dikembalikan ke naskah asli dan nuansa yang berkembang. “Marilah kita junjung tinggi kebersamaan dan hargai berbagai kepentingan,” katanya.

Sementara, Karen mengatakan, PKB tersebut panduan bagi hubungan industrial yang lebih harmonis lagi. “Hubungan industrial Pertamina sudah jauh lebih baik dibandingkan BUMN lain,” katanya.

Menurut dia, citra buruk serikat pekerja di perusahaan lain tidak berlaku di Pertamina. Ia juga meminta, manajemen dan karyawan saling bahu membahu menyelesaikan perselisihan dan permasalahan yang kini mesti dihadapi seperti kasus ledakan elpiji dan tudingan kualitas premium yang buruk.

“Kami juga meminta manajemen dan karyawan bahu membahu dan serius menjalankan proses transformasi yang tengah berjalan,” katanya.(*a/z)

 

Perundingan PKB Pertamina 2010-2012 Dimulai

Email Cetak PDF

Senin, 5 Juli 2010 bertempat di Hotel The Patra Bali Resort & Villas Denpasar, Bali, perundingan Perjanjian Kerja Bersama PT Pertamina (Persero) dengan Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) periode 2010-2012 resmi dimulai. Perundingan diawali dengan acara pembukaan yang dihadiri oleh Direktur Sumber Daya Manusia PT Pertamina (Persero) Rukmi Hadihartini dan Direktur Keuangan Afdal Bahaudin sedangkan dari pihak pekerja diwakili Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Ugan Gandar. Selain dihadiri oleh para pihak yang terlibat dalam perundingan, hadir pula dalam kesempatan ini Dirjen PHI & Jamsostek Depnakertrans Myra M. Hanartani dan Direktur Persyaratan Kerja, Kesejahteraan, dan Analisa Diskriminasi Ditjen PHI dan Jamsos Depnakertrans Ruslan Irianto Simbolon.

Dalam sambutannya Direktur SDM Rukmi Hadihartini mengatakan bahwa hubungan harmonis yang selama ini dijalin FSPPB dengan perusahaan sudah cukup bagus serta kondusif sehingga perlu dipertahankan dan sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian BOD terhadap acara ini, dua orang direksi menyempatkan hadir pada acara pembukaan. Rukmi juga berharap perundingan PKB yang direncanakan berlangsung selama lima hari dapat berlangsung dengan sukses tanpa kendala yang berarti.

Selain itu Dir. SDM juga mengatakan bahwa pada dasarnya Direksi akan senang melihat para pekerja memiliki tingkat kesejahteraan yang baik, namun kondisi persaingan usaha dibidang Migas yang sangat ketat dimana perbedaan antara harga crude dengan harga produk yang sangat tipis menyebabkan harga produk kilang berada diatas harga pasaran juga harus menjadi pertimbangan dan kondisi ini diperkirakan akan berlangsung sampai empat tahun kedepan.

Sementara itu Presiden FSPPB Ugan Gandar dalam sambutannya mengatakan bahwa kedepan perlu dibangun komunikasi yang lebih baik antara Direksi dengan FSPPB sehingga tidak ada kecurigaan dari para pihak dalam menyikapi berbagai persoalan yang terjadi. Ugan juga berharap kepada para perunding FSPPB agar dapat menjalankan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab mengingat tujuan para perunding ke Bali adalah menjalankan amanah para pekerja Pertamina dan bukan untuk berwisata.

Sedangkan Myra M. Hanartani selaku wakil dari pemerintah berharap perundingan ini dapat berlangsung dengan lancar mengingat Myra pernah menemukan ada proses perundingan PKB yang memakan waktu sampai delapan bulan belum selesai, namun contoh yang tidak baik tersebut jangan sampai terjadi dalam proses perundingan PKB yang akan dilaksanakan Pertamina selama lima hari ke depan.

Dirjen juga menyatakan bahwa masalah komunikasi yang disampaikan teman-teman pekerja haruslah diakomodir oleh BOD. Sangat baik sekali bila suatu waktu diadakan pertemuan antara BOD dengan pekerja sehingga ke depan tidak ada lagi kecurigaan diantara para pihak. Hindari kondisi, dimana kalau pekerja bergerak, BOD curiga, kalau BOD bergerak, pekerja juga curiga.

Perlu diketahui bahwa 69% pekerja di Indonesia adalah pekerja non formal, dan 31% sisanya adalah pekerja formal seperti pekerja Pertamina. Kondisi makro inilah yang harus dipertimbangkan oleh para pembuat PKB, pertemukanlah kepentingan 14.500 pekerja Pertamina dengan kepentingan rakyat Indonesia lainnya, sehingga rakyat Indonesia yang lain juga bisa merasakan keberadaan Pertamina, hal ini tidak akan bisa terjadi jika hubungan indutrial di Pertamina tidak kondusif. Diakhir sambutannya Myra menyampaikan “Selamat melakukan perundingan PKB dalam tempo  lima hari kerja. Jangan lupa, hasil perundingan ini ditunggu oleh seluruh pekerja Pertamina  dari Sumatra sampai ke Papua”.

Selanjutnya sebagai penutup acara pembukaan dilakukan pemaparan kondisi keuangan PT Pertamina (Persero) oleh Direktur Keuangan Afdal Bahaudin yang diakhiri dengan sesi tanya jawab dengan wakil pekerja. Dalam paparannya Dir. Keuangan menyampaikan bahwa kondisi keuangan Pertamina saat ini cukup sulit mengingat penjualan produk-produk Pertamina seperti BBM PSO pembayarannya dilakukan secara non cash sementara Pertamina dalam melakukan belanja bahan baku, pembayaran kepada mitra kerja, pembayaran gaji kepada pekerja dan lain-lain harus secara cash, sehingga Pertamina untuk memenuhi kebutuhan cashnya terpaksa harus meminjam ke Bank. Kondisi seperti ini akan terus berlangsung selama belum ada perubahan regulasi dari Pemerintah dan ini cukup menyulitkan Pertamina.

Pada sesi tanya jawab para wakil dari FSPPB banyak yang menanyakan status bagian laba Pertamina Tahun 2006-2007 yang diterima oleh jajaran Direksi Pertamina sebesar kurang lebih Rp. 44 Milyar, lalu bagaimana halnya dengan bonus Pekerja, menjawab pertanyaan ini Dir. Keuangan manyatakan bahwa belum ada kabar gembira yang akan dibayarkan kepada pekerja dalam waktu dekat ini…???. (EH)

Pemutakhiran Terakhir ( Kamis, 08 Juli 2010 07:39 )
 

Kalender Perjanjian Kerja Bersama III

Email Cetak PDF

Rencana Tindak Lanjut

Menuju Perundingan Pembuatan PKB Periode 2010-2012

No. Kegiatan Penjelasan/KeteranganTanggal  PIC
 1.Laporan hasil verifikasi keanggotaan Serikat PekerjaPenyerahan hasil verifikasi kepada pihak Depnakertrans dan Perusahaan oleh ketua Panitia Verivikasi 20 Mei 2010
  • Ketua Panitia Verifikasi
  • IRP&A
 2.Penetapan Pihak
  • FSPPB akan menyerahkan surat permintaan dilaksanakan perundingan pembuatan PKB
  • Perusahaan akan merespon permintaan FSPPB
  • 24 Me1 2010
  • 27 Mei 2010
 Strategic HR
3. Rencana tahapan menuju Perundingan pembuatan PKB

 Rapat Persiapan perundingan membahas teknis pelaksanaan perundingan

Pra Perundingan Ciater:

  • Membangun kebersamaan (menggunakan EO)
  • Pencerahan tentang prinsip2 perundingan dari Depnakertrans
  • Penyerahan usulan perubahan PKB masing-masing pihak
  • Diskusi usulan perubahan PKB
  • Diskusi konsep tata tertib perundingan
  • Penyusunan agenda, jadwal, dan materi perundingan

 31 Mei 2010

 

 16 s/d 19 Juni 2010

 

 

 

 Strategic HR
 4. PerundinganPelaksanaan perundingan PKB (di Patra Jasa Bali) 5 s/d 10 Juli 2010 Strategic HR
 5. Finalisasi PKBProses Finalisasi perundingan dgn melibatkan Depnakertrans 28 s/d 30 Juli 2010 Strategic HR
 6. Penandatanganan PKBAcara penandatanganan PKB oleh Direksi Pertamina da FSPPB disaksikan Menakertrans 16 Agustus 2010 Strategic HR
 7. Pendaftaran PKBDepnakertrans 18 Agustus 2010 Strategic HR
 8. Penggandaan PKBDilakukan paralel dengan persiapan sosialisasi Agt-Sept 2010 Strategic HR
 9. Sosialisasi PKBPembentukan Tim06 Sept 2010 
  Pembekalan27-28 Sept 2010 Strategic HR
  SosialisasiOktober 2010 
Pemutakhiran Terakhir ( Jumat, 21 Mei 2010 08:20 )
 

Pekerja Pertamina Tolak Penjualan Patra Jasa

Email Cetak PDF

FEDERASI Serikat.Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menolak rencana direksi PT Penamina (Persero) untuk men-jual anak perusahaannya, PT Patra Jasa, mengingat perusahaan tersebut merupakan salah satu dari puluhan anak perusahaan Pertamina yang meraup untung. Menurut Presiden FSPPB Ugan Gandar, PT Patra Jasa tahun 2009 meraup keuntungan bersih mencapai Rp 17 miliar dengan jumlah tenaga kerja hampir mendekati 900 orang.

"Pertamina jangan menjual anak perusahaan yang untung. Sehingga kami berpikir ada agenda apa di belakang penjualan aset Penamina yang produktif ini," katanya kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, kemarin. Rencana Pertamina menjual PT Patra Jasa, pernah ditanyakan FSPPB kepada Dirut Penamina lama. Ari Soemarno. Saat itu. ditanyakan pula kenapa Ratra Jasa diserahkan kepada Perusahaan Penyehatan Aset (PPA). Jawaban Ari Soemarno waktu itu. Patra Jasa bukan untuk dijual, tapi disehatkan. "Pertanyaannya adalah apakah setelah perusahaan itu sehat kemudian dijual," ucap Ugan.
Pemutakhiran Terakhir ( Selasa, 13 April 2010 21:37 ) Baca selengkapnya...
 

People Review Berdampak Sistemik

Email Cetak PDF

Akhir Februari ini menjadi momen penting bagi seluruh pekerja (13.172 orang)  Pertamina. Pada akhir bulan inilah, perjalanan karier pekerja Pertamina dalam setahun terakhir akan dinilai. Seperti halnya penilaian dan pembagian raport ala anak sekolah, momen penilaian pekerja Pertamina seharusnya menjadi hal yang ditunggu dan disambut dengan penuh antusias. Seperti tahun lalu, pembagian nilai di lingkungan Pertamina diyakini akan menjadi momen menegangkan dan meresahkan. Pasalnya, penilaian pekerja yang seharusnya dilandasi semangat untuk memperbaiki perusahaan sudah ‘dirampok’ dengan sistem penilaian yang kurang fair.

Adalah sistem penilaian 360 derajat dengan metode People Review yang menjadi penyebabnya. Alih-alih memperbaiki kinerja dan membawa keuntungan bagi perusahaan, sistem penilaian yang melibatkan atasan, bawahan, dan pier (rekan kerja) ini nyatanya memberi dampak sistemik yang sangat buruk bagi kehidupan kita sebagai pekerja ataupun perusahaan.

Pemutakhiran Terakhir ( Sabtu, 13 Maret 2010 10:26 ) Baca selengkapnya...
 
  • «
  •  Mulai 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Halaman 1 dari 3
Facebook MySpace Twitter Digg Google Bookmarks RSS Feed 

Newsflash

Musyawarah Besar Serikat Pekerja Pertamina Sepuluh Nopember (SPSN) - FSPPB Surabaya  telah berlangsung pada tanggal 13-14 Maret 2010 di Hotel Surya Tretes Pasuruan Jatim, dalam rangka memilih Ketua Umum periode 2010 - 2012. Acara yang dihadiri oleh Presiden KSP Migas Indonesia Faisal Yusra, Sekjen FSPPB Eko Wahyu Laksmono beserta jajaran pengurus FSPPB dan utusan serikat pekerja anggota FSPPB berhasil menetapkan Kriswatiningsih sebagai Ketua Umum SPSN yang baru menggantikan Syamsu Kahar.