Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB)

 
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Welcome to the Labour's World !!

Perundingan PKB Pertamina 2010-2012 Dimulai

Email Cetak PDF

Senin, 5 Juli 2010 bertempat di Hotel The Patra Bali Resort & Villas Denpasar, Bali, perundingan Perjanjian Kerja Bersama PT Pertamina (Persero) dengan Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) periode 2010-2012 resmi dimulai. Perundingan diawali dengan acara pembukaan yang dihadiri oleh Direktur Sumber Daya Manusia PT Pertamina (Persero) Rukmi Hadihartini dan Direktur Keuangan Afdal Bahaudin sedangkan dari pihak pekerja diwakili Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Ugan Gandar. Selain dihadiri oleh para pihak yang terlibat dalam perundingan, hadir pula dalam kesempatan ini Dirjen PHI & Jamsostek Depnakertrans Myra M. Hanartani dan Direktur Persyaratan Kerja, Kesejahteraan, dan Analisa Diskriminasi Ditjen PHI dan Jamsos Depnakertrans Ruslan Irianto Simbolon.

Dalam sambutannya Direktur SDM Rukmi Hadihartini mengatakan bahwa hubungan harmonis yang selama ini dijalin FSPPB dengan perusahaan sudah cukup bagus serta kondusif sehingga perlu dipertahankan dan sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian BOD terhadap acara ini, dua orang direksi menyempatkan hadir pada acara pembukaan. Rukmi juga berharap perundingan PKB yang direncanakan berlangsung selama lima hari dapat berlangsung dengan sukses tanpa kendala yang berarti.

Selain itu Dir. SDM juga mengatakan bahwa pada dasarnya Direksi akan senang melihat para pekerja memiliki tingkat kesejahteraan yang baik, namun kondisi persaingan usaha dibidang Migas yang sangat ketat dimana perbedaan antara harga crude dengan harga produk yang sangat tipis menyebabkan harga produk kilang berada diatas harga pasaran juga harus menjadi pertimbangan dan kondisi ini diperkirakan akan berlangsung sampai empat tahun kedepan.

Sementara itu Presiden FSPPB Ugan Gandar dalam sambutannya mengatakan bahwa kedepan perlu dibangun komunikasi yang lebih baik antara Direksi dengan FSPPB sehingga tidak ada kecurigaan dari para pihak dalam menyikapi berbagai persoalan yang terjadi. Ugan juga berharap kepada para perunding FSPPB agar dapat menjalankan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab mengingat tujuan para perunding ke Bali adalah menjalankan amanah para pekerja Pertamina dan bukan untuk berwisata.

Sedangkan Myra M. Hanartani selaku wakil dari pemerintah berharap perundingan ini dapat berlangsung dengan lancar mengingat Myra pernah menemukan ada proses perundingan PKB yang memakan waktu sampai delapan bulan belum selesai, namun contoh yang tidak baik tersebut jangan sampai terjadi dalam proses perundingan PKB yang akan dilaksanakan Pertamina selama lima hari ke depan.

Dirjen juga menyatakan bahwa masalah komunikasi yang disampaikan teman-teman pekerja haruslah diakomodir oleh BOD. Sangat baik sekali bila suatu waktu diadakan pertemuan antara BOD dengan pekerja sehingga ke depan tidak ada lagi kecurigaan diantara para pihak. Hindari kondisi, dimana kalau pekerja bergerak, BOD curiga, kalau BOD bergerak, pekerja juga curiga.

Perlu diketahui bahwa 69% pekerja di Indonesia adalah pekerja non formal, dan 31% sisanya adalah pekerja formal seperti pekerja Pertamina. Kondisi makro inilah yang harus dipertimbangkan oleh para pembuat PKB, pertemukanlah kepentingan 14.500 pekerja Pertamina dengan kepentingan rakyat Indonesia lainnya, sehingga rakyat Indonesia yang lain juga bisa merasakan keberadaan Pertamina, hal ini tidak akan bisa terjadi jika hubungan indutrial di Pertamina tidak kondusif. Diakhir sambutannya Myra menyampaikan “Selamat melakukan perundingan PKB dalam tempo  lima hari kerja. Jangan lupa, hasil perundingan ini ditunggu oleh seluruh pekerja Pertamina  dari Sumatra sampai ke Papua”.

Selanjutnya sebagai penutup acara pembukaan dilakukan pemaparan kondisi keuangan PT Pertamina (Persero) oleh Direktur Keuangan Afdal Bahaudin yang diakhiri dengan sesi tanya jawab dengan wakil pekerja. Dalam paparannya Dir. Keuangan menyampaikan bahwa kondisi keuangan Pertamina saat ini cukup sulit mengingat penjualan produk-produk Pertamina seperti BBM PSO pembayarannya dilakukan secara non cash sementara Pertamina dalam melakukan belanja bahan baku, pembayaran kepada mitra kerja, pembayaran gaji kepada pekerja dan lain-lain harus secara cash, sehingga Pertamina untuk memenuhi kebutuhan cashnya terpaksa harus meminjam ke Bank. Kondisi seperti ini akan terus berlangsung selama belum ada perubahan regulasi dari Pemerintah dan ini cukup menyulitkan Pertamina.

Pada sesi tanya jawab para wakil dari FSPPB banyak yang menanyakan status bagian laba Pertamina Tahun 2006-2007 yang diterima oleh jajaran Direksi Pertamina sebesar kurang lebih Rp. 44 Milyar, lalu bagaimana halnya dengan bonus Pekerja, menjawab pertanyaan ini Dir. Keuangan manyatakan bahwa belum ada kabar gembira yang akan dibayarkan kepada pekerja dalam waktu dekat ini…???. (EH)

Pemutakhiran Terakhir ( Kamis, 08 Juli 2010 07:39 )
 

Karyawan Pertamina Terancam PHK

Email Cetak PDF

Jumat, 25 Juni 2010 | 14:13 WIB

SURABAYA, KOMPAS.com — Ribuan karyawan PT Pertamina terancam pemutusan hubungan kerja atau PHK secara massal karena kegagalan mendapatkan dana program kewajiban memberikan pelayanan publik atau public service obligation (PSO) dari pemerintah.

"Ancaman PHK itu makin tampak di depan mata setelah direksi gagal memperjuangkan Pertamina mendapatkan dana PSO," kata Ketua Serikat Pekerja Sepuluh Nopember (SPSN) Pertamina Kriswatiningsih di Surabaya, Jumat (25/6/2010).

Program PSO di bidang subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk wilayah Medan, Sumatera Utara, yang biasanya ditangani Pertamina, tahun ini jatuh ke tangan Petronas, perusahaan minyak asal Malaysia.

"Dalam tender terbuka, Pertamina gagal memenangi PSO subsidi BBM di wilayah Medan. Ini pukulan telak bagi kami," katanya seusai bertemu ratusan para karyawan di kantor Pertamina Unit Pemasaran V Surabaya itu.

Sampai saat ini ada 34 perusahaan minyak yang ikut tender di Indonesia, termasuk Pertamina. "Hanya ada satu sampai dua perusahaan yang berasal dari Indonesia, lainnya perusahaan asing," kata Kriswatiningsih.

Menurut dia, kegagalan jajaran direksi memperjuangkan Pertamina mendapatkan PSO dalam jumlah besar berdampak sangat kompleks bagi badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang pertambangan serta distribusi minyak dan gas itu.

"Setidaknya dalam waktu dekat ini akan ada restrukturisasi organisasi. Restrukturisasi itu mengarah pada perampingan karyawan. Selain organik, karyawan outsourcing juga bakal menjadi korban PHK akibat perampingan itu," katanya.

Dalam waktu dekat ini pula, para karyawan Pertamina yang tergabung dalam beberapa serikat pekerja akan melakukan unjuk rasa di kantor pusat PT Pertamina, Jakarta.

"Kami meminta para direksi bertanggung jawab. Dengan digaji tinggi, apa saja kerja mereka selama ini? Buktinya, Pertamina sekarang gagal mendapat PSO," kata Kriswatiningsih.

Manajer SDM PT Pertamina Unit Pemasaran V (Jatim, Bali, dan Nusa Tenggara) Suwito meminta para karyawan tetap tenang sambil menunggu kebijakan dari pusat.

"Kami juga mendukung langkah-langkah yang dilakukan SP," kata mantan Ketua Serikat Pekerja Pertamina itu di depan ratusan karyawan yang berkumpul di lapangan olahraga belakang kantor PT Pertamina Unit Pemasaran V.

 

Kalender Perjanjian Kerja Bersama III

Email Cetak PDF

Rencana Tindak Lanjut

Menuju Perundingan Pembuatan PKB Periode 2010-2012

No. Kegiatan Penjelasan/KeteranganTanggal  PIC
 1.Laporan hasil verifikasi keanggotaan Serikat PekerjaPenyerahan hasil verifikasi kepada pihak Depnakertrans dan Perusahaan oleh ketua Panitia Verivikasi 20 Mei 2010
  • Ketua Panitia Verifikasi
  • IRP&A
 2.Penetapan Pihak
  • FSPPB akan menyerahkan surat permintaan dilaksanakan perundingan pembuatan PKB
  • Perusahaan akan merespon permintaan FSPPB
  • 24 Me1 2010
  • 27 Mei 2010
 Strategic HR
3. Rencana tahapan menuju Perundingan pembuatan PKB

 Rapat Persiapan perundingan membahas teknis pelaksanaan perundingan

Pra Perundingan Ciater:

  • Membangun kebersamaan (menggunakan EO)
  • Pencerahan tentang prinsip2 perundingan dari Depnakertrans
  • Penyerahan usulan perubahan PKB masing-masing pihak
  • Diskusi usulan perubahan PKB
  • Diskusi konsep tata tertib perundingan
  • Penyusunan agenda, jadwal, dan materi perundingan

 31 Mei 2010

 

 16 s/d 19 Juni 2010

 

 

 

 Strategic HR
 4. PerundinganPelaksanaan perundingan PKB (di Patra Jasa Bali) 5 s/d 10 Juli 2010 Strategic HR
 5. Finalisasi PKBProses Finalisasi perundingan dgn melibatkan Depnakertrans 28 s/d 30 Juli 2010 Strategic HR
 6. Penandatanganan PKBAcara penandatanganan PKB oleh Direksi Pertamina da FSPPB disaksikan Menakertrans 16 Agustus 2010 Strategic HR
 7. Pendaftaran PKBDepnakertrans 18 Agustus 2010 Strategic HR
 8. Penggandaan PKBDilakukan paralel dengan persiapan sosialisasi Agt-Sept 2010 Strategic HR
 9. Sosialisasi PKBPembentukan Tim06 Sept 2010 
  Pembekalan27-28 Sept 2010 Strategic HR
  SosialisasiOktober 2010 
Pemutakhiran Terakhir ( Jumat, 21 Mei 2010 08:20 )
 
  • «
  •  Mulai 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  8 
  •  Next 
  •  End 
  • »


Halaman 1 dari 8

Polls

Berapa sepantasnya bonus yg hrs diterima pekerja? (Direksi menerima tantiem 0.17% dari laba 2006 & 2007)
 

References

Peraturan perundangan:
UU No.13 Tahun 2003
Tentang Ketenagakerjaan
UU No.02 Tahun 2004
Tentang Perselisihan Hubungan Industrial
UU No.21 Tahun 2000
Tentang Serikat Buruh
UU No.09 Tahun 1998
Tentang Unjuk Rasa

Visitors

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini12
mod_vvisit_counterKemarin33
mod_vvisit_counterMinggu ini101
mod_vvisit_counterMinggu lalu184
mod_vvisit_counterBulan ini1070
mod_vvisit_counterBulan lalu1505
mod_vvisit_counterSemua hari6811
We have: 1 guests online
Your IP: 38.107.191.82
 , 
Today: Jul 30, 2010

Newsflash

Musyawarah Besar Serikat Pekerja Pertamina Sepuluh Nopember (SPSN) - FSPPB Surabaya  telah berlangsung pada tanggal 13-14 Maret 2010 di Hotel Surya Tretes Pasuruan Jatim, dalam rangka memilih Ketua Umum periode 2010 - 2012. Acara yang dihadiri oleh Presiden KSP Migas Indonesia Faisal Yusra, Sekjen FSPPB Eko Wahyu Laksmono beserta jajaran pengurus FSPPB dan utusan serikat pekerja anggota FSPPB berhasil menetapkan Kriswatiningsih sebagai Ketua Umum SPSN yang baru menggantikan Syamsu Kahar.